Rekomendasi 5 Jurusan Rumpun Ilmu Ekonomi di Kampus Dunia

Rizqi Sulistianto
14 min
Rekomendasi 5 Jurusan Rumpun Ilmu Ekonomi di Kampus Dunia

Punya rencana kuliah di luar negeri dan tertarik dengan dunia ekonomi, bisnis, keuangan, atau analisis data? Rumpun ilmu ekonomi bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik karena bidangnya sangat luas dan tidak hanya berakhir pada profesi ekonom. Kamu bisa masuk ke dunia perbankan, consulting, finance, pemerintahan, riset, perusahaan teknologi, sampai organisasi internasional.

Masalahnya, ketika mulai mencari jurusan, kamu mungkin menemukan banyak nama yang terdengar mirip. Ada Economics, Finance, Accounting, Econometrics, sampai International Economics yang sama-sama berhubungan dengan angka dan aktivitas ekonomi. Padahal, isi perkuliahan, kemampuan yang dibutuhkan, dan arah kariernya bisa cukup berbeda.

Karena itu, jangan memilih jurusan hanya karena namanya terdengar menjanjikan. Cari tahu dulu apa yang akan dipelajari, seberapa banyak matematika yang digunakan, jenis pekerjaan setelah lulus, sampai kampus mana yang memiliki program sesuai dengan minatmu. Kalau kamu masih berada di tahap awal persiapan, artikel tentang tipe siswa SMA yang berpotensi lolos kuliah di luar negeri juga bisa membantu kamu memahami aspek yang perlu mulai dibangun sejak sekolah.

Berikut lima jurusan rumpun ilmu ekonomi di kampus dunia yang bisa kamu pertimbangkan.

QUICK ANSWER

Apa Saja Jurusan Rumpun Ilmu Ekonomi di Kampus Dunia?

Kalau kamu tertarik kuliah di bidang ekonomi, ada beberapa jurusan yang bisa dipilih sesuai minat dan kemampuanmu. Berikut lima pilihan yang cukup umum ditemukan di berbagai universitas dunia:

  • Economics: Cocok untuk kamu yang tertarik memahami perilaku pasar, kebijakan ekonomi, dan bagaimana masyarakat mengambil keputusan.
  • Finance: Berfokus pada investasi, pasar keuangan, corporate finance, dan pengelolaan aset.
  • Accounting: Mempelajari laporan keuangan, audit, pajak, serta bagaimana informasi keuangan digunakan dalam bisnis.
  • Econometrics & Quantitative Economics: Cocok untuk kamu yang menyukai matematika, statistik, data, dan pemodelan ekonomi.
  • International Economics: Membahas perdagangan internasional, ekonomi global, kebijakan perdagangan, dan hubungan ekonomi antarnegara.

Kenapa Kuliah di Rumpun Ilmu Ekonomi?

Ekonomi ada hampir di seluruh keputusan penting dalam kehidupan modern. Harga barang, tingkat pengangguran, suku bunga, investasi, perdagangan internasional, bahkan keputusan perusahaan untuk membuka cabang baru memiliki aspek ekonomi di dalamnya. Karena itu, lulusan rumpun ekonomi dibutuhkan di berbagai sektor, bukan hanya bank atau lembaga keuangan.

Bidang ini juga memberikan kombinasi kemampuan yang cukup luas. Kamu akan belajar berpikir logis, memahami data, membaca tren, menyusun argumen, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi. Pada program tertentu, kemampuan matematika dan statistik juga menjadi bagian yang cukup dominan.

Program Economics di MIT, misalnya, memiliki jalur Economics, Mathematical Economics, serta Computer Science, Economics, and Data Science. Ini menunjukkan bahwa pendidikan ekonomi modern bisa sangat dekat dengan matematika, pemodelan, computing, dan analisis data. 

Sementara itu, kalau kamu masih membandingkan negara tujuan, jangan hanya melihat ranking universitasnya. Faktor keamanan, lingkungan mahasiswa internasional, biaya, hingga pengalaman hidup juga penting untuk dipertimbangkan, dan kamu bisa membaca referensi 10 negara teraman untuk study abroad sebelum menentukan negara tujuan.

FAKTA PENTING

Jurusan ekonomi modern tidak hanya mempelajari teori tentang uang atau pasar. Banyak program Economics di universitas dunia menggabungkan microeconomics, macroeconomics, statistik, econometrics, matematika, hingga data analysis. Karena itu, kemampuan numerik dan analitis menjadi bagian penting yang perlu kamu persiapkan.

1. Economics

Economics adalah jurusan yang paling langsung berkaitan dengan ilmu ekonomi. Di jurusan ini, kamu akan belajar bagaimana individu, perusahaan, pemerintah, dan negara membuat keputusan ketika sumber daya yang tersedia terbatas. Materinya biasanya mencakup microeconomics, macroeconomics, statistics, econometrics, public economics, international trade, hingga development economics.

Jurusan ini cocok buat kamu yang suka bertanya kenapa inflasi terjadi, kenapa harga suatu barang berubah, apa pengaruh suku bunga terhadap ekonomi, atau kenapa kebijakan pemerintah bisa memberikan dampak berbeda pada masyarakat. Kamu juga akan cukup sering berhadapan dengan data, grafik, model, dan pembuktian teori melalui kondisi dunia nyata.

Economics juga menjadi salah satu bidang yang cukup fleksibel untuk dikombinasikan dengan minat lain. Kamu bisa mendekatkannya ke kebijakan publik, teknologi, matematika, political science, sampai data science. Karena itu, sebelum memilih universitas, cek apakah kurikulum kampus lebih teoritis, kuantitatif, atau justru menawarkan banyak pilihan applied economics.

Kalau targetmu termasuk universitas Amerika Serikat dengan proses admission yang kompetitif, kamu juga perlu memahami bahwa akademik hanyalah salah satu komponen aplikasi. Artikel kuliah S1 di Ivy League: syarat, financial aid, dan strategi lolos bisa menjadi referensi tambahan untuk memahami holistic admission dan persiapan yang dibutuhkan. 

2. Finance

Kalau Economics membahas bagaimana ekonomi bekerja secara lebih luas, Finance lebih fokus pada bagaimana uang dan aset dikelola. Kamu akan banyak belajar mengenai investasi, corporate finance, financial markets, risk management, portfolio management, valuation, sampai keputusan pendanaan perusahaan.

Finance biasanya cocok untuk orang yang tertarik dengan pasar saham, investasi, perusahaan, merger, financial planning, atau bagaimana sebuah perusahaan menentukan penggunaan modalnya. Di jurusan ini, kemampuan matematika tetap penting, tetapi kamu juga perlu memahami bisnis dan pengambilan keputusan.

Peluang karier lulusan Finance cukup beragam. Beberapa contohnya adalah financial analyst, investment analyst, investment banking analyst, risk analyst, corporate finance specialist, asset management, hingga financial consultant. Namun, arah karier biasanya juga dipengaruhi oleh pengalaman internship, kemampuan Excel atau data analysis, serta sertifikasi tambahan yang kamu ambil setelah atau selama kuliah.

Jangan memilih Finance hanya karena mendengar industri keuangan bisa memberikan gaji tinggi. Kamu perlu nyaman membaca data keuangan, memahami laporan perusahaan, menilai risiko, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang terkadang tidak sempurna.

3. Accounting

Accounting sering dianggap hanya berhubungan dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran. Padahal, bidang ini jauh lebih luas karena laporan keuangan menjadi salah satu sumber informasi utama yang digunakan perusahaan, investor, pemerintah, dan manajemen untuk mengambil keputusan.

Di jurusan Accounting, kamu bisa belajar financial accounting, management accounting, taxation, auditing, corporate reporting, serta sistem informasi akuntansi. Kamu juga akan memahami bagaimana sebuah perusahaan melaporkan kondisi finansialnya secara sistematis dan sesuai standar yang digunakan.

Jurusan ini cocok buat kamu yang teliti dan menikmati pekerjaan yang membutuhkan struktur. Dibandingkan Economics yang lebih banyak membahas teori serta model, Accounting cenderung memiliki kerangka, prosedur, dan standar yang lebih jelas dalam banyak mata kuliahnya.

Peluang kariernya juga cukup luas, mulai dari accountant, auditor, tax consultant, financial controller, internal auditor, sampai financial analyst. Di sejumlah negara, kamu juga bisa melanjutkan ke sertifikasi profesional agar memiliki spesialisasi dan kredensial yang lebih kuat.

4. Econometrics dan Quantitative Economics

Kalau kamu suka ekonomi sekaligus matematika, statistik, dan data, jurusan ini patut masuk daftar pilihanmu. Econometrics menggunakan metode statistik dan matematika untuk menguji teori ekonomi menggunakan data dunia nyata. Jadi, kamu tidak hanya bertanya apakah sebuah kebijakan bekerja, tetapi mencoba mengukur dan membuktikan dampaknya melalui data.

Materi yang ditemui bisa meliputi calculus, linear algebra, probability, statistics, econometric modelling, programming, sampai causal inference. Karena itu, tingkat kuantitatifnya biasanya lebih tinggi dibandingkan program Economics umum.

Bidang ini semakin menarik karena perusahaan, pemerintah, dan lembaga penelitian sekarang memiliki akses terhadap data dalam jumlah yang jauh lebih besar. Orang yang mampu memahami teori ekonomi sekaligus mengolah data memiliki kesempatan masuk ke bidang yang cukup beragam, seperti economic research, data analytics, consulting, hingga quantitative finance.

Karier setelah lulus dapat mencakup economist, quantitative analyst, data analyst, economic researcher, policy analyst, sampai pekerjaan di bank sentral atau lembaga riset. Kalau kamu ingin masuk Economics tetapi juga menikmati coding dan statistik, jalur ini bisa terasa lebih cocok dibandingkan program Economics yang sangat teoritis.

MAJOR COMPARISON

Perbandingan 5 Jurusan Rumpun Ilmu Ekonomi

Jurusan Fokus Utama Cocok untuk Kamu yang Contoh Karier
Economics Pasar, kebijakan, ekonomi makro & mikro Suka analisis masalah ekonomi Economist, consultant, policy analyst
Finance Investasi, pasar keuangan, corporate finance Tertarik investasi dan bisnis Financial analyst, investment analyst
Accounting Laporan keuangan, audit, pajak Teliti dan menyukai struktur Accountant, auditor, tax consultant
Econometrics Matematika, statistik & data ekonomi Suka data, matematika, dan modelling Quant analyst, researcher, data analyst
International Economics Perdagangan & ekonomi global Tertarik isu internasional Trade analyst, policy analyst, researcher

5. International Economics

International Economics cocok buat kamu yang tertarik memahami hubungan ekonomi antarnegara. Jurusan atau konsentrasi ini membahas perdagangan internasional, nilai tukar, kebijakan perdagangan, globalisasi, investasi lintas negara, sampai bagaimana kondisi ekonomi suatu negara bisa memberikan dampak kepada negara lain.

Kamu akan tetap mempelajari dasar microeconomics dan macroeconomics, tetapi pembahasannya dibawa ke konteks global. Contohnya, kamu bisa belajar kenapa suatu negara menerapkan tarif impor, bagaimana perubahan nilai mata uang memengaruhi ekspor, atau bagaimana konflik perdagangan berdampak terhadap perusahaan dan konsumen.

Bidang ini menarik untuk mahasiswa yang tidak hanya tertarik dengan angka, tetapi juga mengikuti perkembangan dunia. Kamu perlu memahami konteks politik, kebijakan publik, bisnis internasional, dan hubungan antarnegara agar bisa melihat masalah ekonomi secara lebih luas.

Pengalaman internasional juga bisa menjadi pelengkap yang cukup relevan untuk bidang ini. Kalau ingin mendapatkan exposure global tanpa langsung mengambil gelar penuh, kamu bisa mencari tahu 5 program pertukaran pelajar selain IISMA yang menawarkan peluang belajar di Amerika Serikat, Asia, Korea Selatan, hingga Eropa. 

Kampus Dunia untuk Belajar Ilmu Ekonomi

Pilihan universitas tidak seharusnya hanya berdasarkan nama besar. Kamu juga perlu melihat struktur program, mata kuliah, metode belajar, kesempatan penelitian, internship, biaya, serta persyaratan masuk. Kampus dengan program Economics yang kuat belum tentu menjadi pilihan terbaik kalau kamu justru ingin fokus pada Accounting atau Finance.

Selain Amerika Serikat dan Inggris, negara-negara Eropa juga memiliki banyak pilihan program. Kalau kamu mempertimbangkan Eropa, kamu bisa membaca universitas top di Belanda untuk study abroad sebagai salah satu referensi untuk mulai membandingkan universitas dan peluang beasiswanya. 

Pilihan negara juga sebaiknya disesuaikan dengan rencana karier. Kalau ingin bekerja di Eropa setelah lulus, misalnya, perhatikan bahasa lokal, regulasi kerja mahasiswa internasional, industri dominan di negara tersebut, serta peluang internship selama kuliah.

Jangan lupa membandingkan ranking dengan kualitas program studinya secara spesifik. Ranking universitas bisa menjadi titik awal, tetapi kurikulum, profesor, research opportunities, alumni network, dan hubungan dengan industri sering kali lebih relevan terhadap pengalamanmu sebagai mahasiswa.

Apa Bedanya Economics dengan Business?

Economics dan Business sering dianggap sama karena sama-sama berbicara tentang uang dan perusahaan. Padahal, Economics lebih banyak mempelajari bagaimana individu, perusahaan, pemerintah, dan pasar mengambil keputusan serta bagaimana sistem ekonomi bekerja secara keseluruhan.

Business lebih fokus pada bagaimana organisasi dijalankan. Di dalamnya biasanya terdapat bidang seperti marketing, management, entrepreneurship, operations, dan strategy.

Kalau kamu tertarik pada pertanyaan seperti kenapa inflasi meningkat atau bagaimana kebijakan pajak memengaruhi masyarakat, Economics mungkin terasa lebih cocok. Sebaliknya, jika lebih tertarik pada bagaimana perusahaan mendapatkan pelanggan, mengembangkan produk, mengatur tim, atau merancang strategi bisnis, Business bisa menjadi pilihan yang lebih relevan.

Karena itu, lihat mata kuliahnya sebelum mendaftar. Dua jurusan yang terdengar mirip bisa membawa pengalaman akademik dan jalur karier yang sangat berbeda.

STUDY ABROAD PREPARATION

Target Kuliah Ekonomi di Kampus Dunia?

Banyak program internasional menggunakan bahasa Inggris dalam proses pendaftaran dan perkuliahannya. Mulai persiapkan kemampuan akademik serta IELTS dari sekarang supaya kamu punya waktu lebih panjang untuk mengejar persyaratan kampus tujuan.

Lihat Program IELTS

Bagaimana Cara Memilih Jurusan Ekonomi yang Tepat?

Jangan mulai dengan pertanyaan jurusan mana yang menghasilkan gaji paling tinggi. Mulailah dari jenis masalah yang kamu suka kerjakan. Kalau kamu senang membaca isu ekonomi dan kebijakan, Economics atau International Economics bisa terasa lebih sesuai.

Kalau kamu menikmati investasi, laporan perusahaan, dan dunia financial market, Finance mungkin lebih menarik. Kalau kamu lebih teliti dan nyaman dengan aturan serta laporan keuangan, Accounting bisa menjadi pilihan yang lebih natural.

Sementara itu, buat kamu yang paling menikmati matematika, statistik, data, atau programming, Econometrics bisa memberikan tantangan yang lebih sesuai. Bidang ini semakin relevan karena pengambilan keputusan ekonomi sekarang sangat bergantung pada kemampuan mengolah data.

Cobalah membuka kurikulum beberapa kampus sebelum menentukan pilihan. Kalau kamu juga masih bingung menentukan negara, buat shortlist universitas berdasarkan jurusan, biaya, kesempatan beasiswa, dan keamanan negara tujuan terlebih dahulu daripada langsung terpaku pada satu nama universitas.

Persiapan Kuliah Jurusan Ekonomi di Luar Negeri

Persiapan sebaiknya dimulai jauh sebelum membuka formulir aplikasi. Cari tahu apakah jurusan tujuan memiliki persyaratan matematika tertentu, tes tambahan, kemampuan bahasa Inggris, atau dokumen akademik khusus. Program Economics yang sangat kuantitatif biasanya memberi perhatian cukup besar terhadap kemampuan matematika calon mahasiswa.

Kalau targetmu adalah kampus Amerika Serikat, SAT masih relevan untuk sejumlah universitas meskipun kebijakan setiap kampus berbeda. Kamu bisa mulai memahami format dan strategi tes melalui artikel kelas persiapan SAT dan cara meningkatkan skor

Selain nilai akademik, persiapkan kemampuan bahasa Inggris. Bahkan ketika sertifikat bahasa hanya digunakan pada tahap admission, nantinya kamu tetap harus membaca textbook, jurnal, mengikuti lecture, menulis essay, melakukan presentasi, dan berdiskusi menggunakan bahasa Inggris.

Kalau belum tahu kemampuan IELTS saat ini, salah satu langkah awal yang bisa dilakukan adalah simulasi. Artikel pentingnya ikut mock test IELTS dan TOEFL menjelaskan bagaimana mock test dapat membantu mengidentifikasi kelemahan sebelum kamu menentukan strategi belajar. 

Jangan Lupakan Persiapan Beasiswa

Biaya kuliah di luar negeri bisa menjadi salah satu faktor terbesar dalam menentukan universitas. Karena itu, riset beasiswa sebaiknya dilakukan bersamaan dengan riset jurusan, bukan setelah mendapat admission.

Beberapa beasiswa tidak hanya mempertimbangkan nilai akademik. Kamu mungkin perlu menyiapkan essay, recommendation letter, study plan, pengalaman organisasi, atau bukti kontribusi tertentu.

Kalau proses aplikasi membutuhkan study plan, jangan membuatnya sekadar daftar mata kuliah yang ingin kamu ambil. Kamu bisa menggunakan panduan cara menulis study plan untuk beasiswa luar negeri untuk memahami cara menghubungkan latar belakang, tujuan studi, dan rencana karier. 

Jika Australia masuk daftar negara tujuanmu, kamu juga bisa mempelajari universitas di Australia yang menyediakan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia. Artikel tersebut bisa menjadi titik awal untuk membandingkan pilihan universitas dan skema pendanaan sebelum menentukan shortlist. 

Prospek Karier Lulusan Rumpun Ilmu Ekonomi

Salah satu kelebihan rumpun ilmu ekonomi adalah jalur kariernya tidak terlalu sempit. Kamu bisa masuk sektor swasta, pemerintah, lembaga penelitian, organisasi internasional, perusahaan teknologi, maupun melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi.

Lulusan Economics bisa bekerja sebagai economist, consultant, policy analyst, researcher, atau berbagai posisi analitis. Finance membuka jalur menuju investment banking, asset management, corporate finance, dan risk management, sementara Accounting lebih dekat dengan audit, taxation, financial reporting, dan controllership.

Econometrics memberikan jalur yang semakin dekat dengan teknologi. Kemampuan statistik, modelling, programming, dan analisis data bisa digunakan dalam pekerjaan seperti data analyst, quantitative analyst, economic researcher, maupun data scientist.

Namun, nama jurusan bukan satu-satunya faktor yang menentukan pekerjaan setelah lulus. Internship, kemampuan data, networking, kemampuan komunikasi, pengalaman organisasi, bahasa Inggris, serta spesialisasi yang kamu bangun selama kuliah juga akan sangat berpengaruh.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Q: Apa saja jurusan rumpun ilmu ekonomi di kampus dunia?

A: Beberapa pilihan yang umum antara lain Economics, Finance, Accounting, Econometrics atau Quantitative Economics, serta International Economics. Nama dan struktur program dapat berbeda di setiap universitas, sehingga kamu tetap perlu memeriksa kurikulum kampus tujuan.

Q: Jurusan Economics belajar apa saja?

A: Economics biasanya mencakup microeconomics, macroeconomics, statistics, econometrics, serta berbagai bidang lanjutan seperti international trade, development economics, behavioral economics, dan public economics.

Q: Apa bedanya Economics dan Finance?

A: Economics mempelajari perilaku individu, perusahaan, pemerintah, pasar, serta ekonomi secara luas. Finance lebih fokus pada investasi, pengelolaan aset, keputusan pendanaan, pasar keuangan, dan keuangan perusahaan.

Q: Apakah jurusan Economics banyak matematika?

A: Ya, terutama pada program Economics yang memiliki pendekatan kuantitatif. Kamu dapat menemui calculus, statistics, econometrics, dan mathematical methods. Program seperti Mathematical Economics atau Econometrics biasanya menggunakan matematika yang lebih intensif.

Q: Apa prospek kerja lulusan ilmu ekonomi?

A: Peluangnya cukup luas, mulai dari economist, financial analyst, consultant, policy analyst, auditor, researcher, data analyst, hingga pekerjaan di bank, pemerintah, perusahaan teknologi, dan organisasi internasional.

Q: Apakah perlu IELTS untuk kuliah Economics di luar negeri?

A: Persyaratan bahasa berbeda di setiap universitas. Jika kamu merupakan pelamar internasional dan pendidikan sebelumnya tidak memenuhi pengecualian bahasa yang ditetapkan kampus, universitas dapat meminta bukti kemampuan bahasa Inggris seperti IELTS atau tes lain yang mereka terima.

Kesimpulan

Jurusan rumpun ilmu ekonomi tidak hanya terdiri dari satu pilihan. Economics cocok buat kamu yang ingin memahami cara pasar dan kebijakan bekerja, Finance lebih dekat dengan investasi dan dunia keuangan, sementara Accounting fokus pada informasi keuangan dan pelaporan perusahaan. Buat kamu yang menyukai matematika dan data, Econometrics bisa menjadi pilihan menarik, sedangkan International Economics cocok untuk memahami aktivitas ekonomi dalam konteks global.

Sebelum memilih, jangan hanya melihat prospek kerja atau nama kampus. Buka kurikulum universitas, bandingkan mata kuliah, lihat seberapa besar porsi matematika, dan pikirkan jenis masalah yang benar-benar kamu suka kerjakan. Kamu juga bisa memperluas referensi pilihan kampus dengan membandingkan destinasi seperti Belanda, Australia, Amerika Serikat, maupun negara lain berdasarkan tujuan akademik dan kariermu.

Kalau targetmu adalah kuliah di kampus dunia, persiapan juga tidak berhenti pada pemilihan jurusan. Nilai akademik, kemampuan matematika, bahasa Inggris, admission test, personal statement, study plan, dan dokumen lainnya perlu disiapkan berdasarkan persyaratan kampus tujuan.

Semakin awal kamu mengetahui jurusan dan universitas yang ditargetkan, semakin banyak waktu yang tersedia untuk memperkuat profilmu. Jadi, gunakan lima rekomendasi jurusan rumpun ilmu ekonomi di kampus dunia ini sebagai titik awal untuk menemukan program yang paling sesuai dengan minat dan rencana kariermu.

STUDY ABROAD PREPARATION

Target Kuliah Ekonomi di Kampus Dunia? Mulai Persiapan dari Sekarang.

Persiapkan kemampuan bahasa Inggris dan IELTS lebih terarah untuk mendukung rencana kuliahmu di universitas internasional. Konsultasikan target kampus dan kebutuhan persiapanmu bersama Ultimate Education.

Konsultasi Persiapan Kuliah

Daftar isi Artikel

Ultimate Education
Ultimate Education Online Sekarang

Halo! 👋 Mau tanya soal target skor IELTS, SAT, GRE, atau GMAT kamu? Atau bingung pilih jurusan & kampus? Yuk konsultasi dulu, gratis.

Biasanya dibalas dalam 5 menit
Chat Sekarang via WhatsApp

Daftar Artikel Lainnya

Konsultasi Gratis Dibalas dalam 5 menit