7 Kesalahan Penulisan Bahasa Indonesia yang Paling Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya

Rizqi Sulistianto
13 min
7 Kesalahan Penulisan Bahasa Indonesia yang Paling Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya
QUICK ANSWER

Ringkasan: 7 Kesalahan Penulisan Bahasa Indonesia

Menulis Bahasa Indonesia yang baik dan benar itu penting, baik buat keperluan akademik, pekerjaan, maupun konten digital sehari-hari. Sayangnya, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi tanpa disadari, mulai dari kata depan sampai tanda baca. Berikut ringkasannya:

  • “Di” dan “Ke” Tertukar: “di” untuk lokasi statis, “ke” untuk arah atau tujuan.
  • Kata Depan Digabung: “dimana” seharusnya “di mana” (dipisah), kecuali jadi awalan kata kerja pasif seperti “dimakan”.
  • Tanda Koma di Daftar: koma tetap dipakai sebelum “dan”/”atau” di akhir daftar tiga item atau lebih.
  • Ejaan & Kapitalisasi: perhatikan ejaan kata serapan (risiko, bukan resiko) dan hindari kapital berlebihan atau singkatan informal di tulisan resmi.

Pernah bingung mau nulis “di rumah” atau “dirumah”? Atau ragu kapan harus pakai koma sebelum “dan”? Tenang, kamu nggak sendirian, kok. Banyak penulis, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, sampai content creator, masih sering melakukan kesalahan kecil semacam ini dalam menulis Bahasa Indonesia.

Padahal, kesalahan penulisan sekecil apa pun bisa bikin tulisanmu terlihat kurang rapi, bahkan mengurangi kesan profesional di mata pembaca. Bahasa Indonesia memang sering dianggap sederhana karena kita pakai setiap hari, tapi nyatanya ada banyak aturan penulisan yang justru sering terlupakan. Mulai dari penggunaan kata depan, tanda baca, sampai ejaan kata serapan, kesalahan-kesalahan ini bisa muncul tanpa kita sadari. Makanya, penting buat kita sesekali mengecek ulang kebiasaan menulis kita sendiri.

Dalam artikel ini, kita bakal bahas 7 kesalahan penulisan Bahasa Indonesia yang paling sering terjadi, lengkap dengan tips jitu buat menghindarinya. Semakin kamu paham aturan dasar ini, semakin percaya diri juga kamu menulis, baik buat keperluan formal maupun sehari-hari. Kalau kamu juga lagi mempersiapkan diri buat tes bahasa Inggris seperti IELTS atau TOEFL, kemampuan menulis yang rapi ini juga bakal kepakai banget di bagian Writing. Yuk, langsung aja kita bahas satu per satu!

Kenapa Menulis dengan Benar Itu Penting?

Menulis dengan benar itu nggak cuma soal mematuhi aturan tata bahasa, tapi juga soal membangun citra profesional. Tulisan yang rapi bikin pesan yang kamu sampaikan lebih mudah dipahami, sekaligus meningkatkan kepercayaan pembaca terhadap apa yang kamu tulis. Di dunia kerja, akademik, maupun konten digital, kesalahan penulisan kecil bisa mengurangi kredibilitasmu di mata orang lain. Apalagi di era digital seperti sekarang, di mana konten dikonsumsi dengan cepat, kesalahan kecil bisa bikin pembaca kehilangan minat lebih cepat juga.

Selain soal kredibilitas, tulisan yang rapi dan sesuai kaidah juga membantu kontenmu lebih mudah dipahami pembaca secara umum. Kesalahan ejaan atau tanda baca yang berulang bisa bikin tulisanmu terlihat kurang niat, meski isinya sebenarnya bagus. Karena itu, meluangkan waktu buat mengecek ulang tulisan sebelum dipublikasikan adalah investasi kecil yang hasilnya cukup besar. Kebiasaan ini juga bakal kepakai kalau suatu saat kamu perlu menulis dalam konteks akademik atau profesional yang lebih formal.

7 Kesalahan Penulisan Bahasa Indonesia yang Sering Terjadi

Berikut kita bahas satu per satu 7 kesalahan penulisan yang paling sering ditemui, lengkap dengan contoh dan tips supaya kamu nggak mengulanginya lagi.

1. “Di” dan “Ke” yang Sering Tertukar

❌ Salah: Aku pergi di Bandung.
✅ Benar: Aku pergi ke Bandung.

Kesalahan penggunaan “di” dan “ke” sering terjadi karena keduanya tampak mirip, padahal fungsinya beda. “Di” dipakai buat menunjukkan lokasi yang statis, seperti “di rumah” yang berarti berada di tempat itu. Sementara “ke” dipakai buat menunjukkan arah atau tujuan, seperti “ke sekolah” yang berarti menuju ke tempat itu. Tips jitunya, coba bayangkan apakah kata itu menunjuk tempat yang tetap (“di”) atau gerakan menuju suatu tempat (“ke”).

2. Kata Depan yang Nyelip Jadi Satu Kata

❌ Salah: Kamu dimana sekarang?
✅ Benar: Kamu di mana sekarang?

Kesalahan menggabungkan kata depan seperti “di” dengan kata setelahnya sering terjadi di tulisan informal, tapi bikin tulisan formal jadi kurang baku. Aturannya, kata depan “di” dan “ke” harus dipisah dari kata berikutnya, kecuali kalau “di-” berfungsi sebagai awalan kata kerja pasif, seperti “dimakan” atau “dibaca”. Jadi, “di mana” (menanyakan tempat) ditulis terpisah, sementara “dimakan” (kata kerja pasif) ditulis serangkai. Tips jitunya, selalu kasih spasi setelah kata depan yang menunjukkan lokasi atau arah.

3. Tanda Baca yang Bikin Bingung

❌ Salah: Aku suka makan, minum dan tidur.
✅ Benar: Aku suka makan, minum, dan tidur.

Tanda koma sering jadi sumber kebingungan, terutama saat menulis daftar berisi tiga item atau lebih. Sesuai kaidah penulisan Bahasa Indonesia, tanda koma tetap dipakai sebelum kata “dan” atau “atau” di akhir sebuah daftar, supaya batas antar-item lebih jelas. Tanpa koma ini, kalimat kadang jadi ambigu atau terasa kurang jelas jedanya, apalagi kalau daftarnya cukup panjang. Tips jitunya, coba baca kalimatmu keras-keras — tanda koma biasanya muncul di titik kamu ambil jeda saat membaca.

4. Ejaan yang Bikin Salah Paham

❌ Salah: Resiko kegagalan itu besar.
✅ Benar: Risiko kegagalan itu besar.

Kesalahan ejaan sering terjadi pada kata serapan dari bahasa asing, salah satunya kata “risiko” yang masih sering ditulis “resiko”. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) jadi acuan resmi buat memastikan ejaan kata serapan yang benar. Kesalahan ejaan semacam ini kadang terlihat sepele, tapi bisa menimbulkan kesan tulisanmu kurang teliti. Tips jitunya, biasakan cek ejaan kata yang kamu ragukan langsung di KBBI resmi, bukan cuma mengandalkan feeling.

5. Kata Serapan yang Nggak Sesuai

❌ Salah: Aku suka nonton televisyen.
✅ Benar: Aku suka nonton televisi.

Kata serapan dari bahasa asing perlu disesuaikan dengan kaidah ejaan Bahasa Indonesia, bukan ditulis persis seperti ejaan aslinya atau ejaan bahasa serumpun lain. Kata “televisi”, misalnya, adalah bentuk serapan yang sudah disesuaikan, berbeda dengan “televisyen” yang lebih mengikuti ejaan bahasa Melayu. Kalau ragu soal ejaan kata serapan, KBBI tetap jadi acuan paling aman buat dicek. Tips jitunya, jangan asal transliterasi kata asing — selalu konfirmasi ejaan bakunya dulu.

6. Kesalahan Kapitalisasi

❌ Salah: Saya Bekerja Di kantor Pemerintah.
✅ Benar: Saya bekerja di kantor pemerintah.

Kapitalisasi yang berlebihan atau nggak konsisten bisa bikin tulisanmu terlihat kurang profesional. Aturannya, huruf kapital cuma dipakai di awal kalimat, nama orang atau tempat, gelar, dan nama instansi resmi, bukan di sembarang kata yang menurut kita “terlihat penting”. Kesalahan ini biasanya muncul karena kebiasaan menulis cepat tanpa dicek ulang, misalnya lewat fitur auto-capitalize di ponsel. Tips jitunya, baca ulang tulisanmu sebelum dikirim atau dipublikasikan buat memastikan kapitalisasinya konsisten.

7. Singkatan yang Sering Disalahgunakan

❌ Salah: Tolong kirim data yg terbaru.
✅ Benar: Tolong kirim data yang terbaru.

Singkatan informal seperti “yg”, “krn”, atau “tdk” memang lumrah dipakai di chat sehari-hari, tapi nggak cocok buat tulisan resmi atau formal. Kebiasaan menyingkat kata ini biasanya kebawa dari pola komunikasi cepat lewat chat atau media sosial. Di tulisan resmi seperti laporan, esai, atau email profesional, sebaiknya tulis kata secara lengkap supaya lebih mudah dibaca dan terkesan lebih serius. Tips jitunya, biasakan diri menulis lengkap dulu, baru gunakan singkatan resmi seperti “dll.” atau “dsb.” kalau memang formatnya mengizinkan.

QUICK REFERENCE

Ringkasan 7 Kesalahan Penulisan

Kesalahan Contoh Salah Contoh Benar
“Di” vs “Ke” Aku pergi di Bandung. Aku pergi ke Bandung.
Kata Depan Digabung Kamu dimana sekarang? Kamu di mana sekarang?
Koma Sebelum “Dan” Makan, minum dan tidur. Makan, minum, dan tidur.
Ejaan Kata Serapan Resiko kegagalan. Risiko kegagalan.
Kata Serapan Nggak Baku Nonton televisyen. Nonton televisi.
Kapitalisasi Berlebihan Bekerja Di kantor Pemerintah. Bekerja di kantor pemerintah.
Singkatan Informal Kirim data yg terbaru. Kirim data yang terbaru.

📊 Fakta Penting: KBBI dan PUEBI adalah Acuan Resminya

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) adalah dua rujukan resmi yang paling sering dipakai buat memastikan tulisan Bahasa Indonesia sudah sesuai kaidah. Keduanya dikelola oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah Kementerian Pendidikan, dan tersedia gratis secara daring buat siapa pun yang butuh mengecek ejaan atau aturan penulisan. Membiasakan diri cek ke sumber resmi ini jauh lebih akurat dibanding cuma mengandalkan feeling atau kebiasaan yang belum tentu benar.

Rekomendasi Program

Ingin Perdalam Kaidah Bahasa Indonesia Lebih Terstruktur?

Baik buat penutur asli yang mau tulisannya makin rapi, maupun penutur asing yang sedang belajar Bahasa Indonesia, Program BIPA di Ultimate Education punya kurikulum lengkap soal ejaan, tata bahasa, dan penulisan yang benar.

Cara Mudah Menghindari Kesalahan Penulisan

Selain memahami ketujuh kesalahan di atas, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membantumu menulis Bahasa Indonesia dengan lebih rapi dan konsisten. Kebiasaan ini nggak butuh usaha besar, asal dilakukan secara rutin dan konsisten dari waktu ke waktu. Semakin sering kamu praktikkan, semakin lama-lama jadi kebiasaan yang otomatis tanpa perlu dipikirkan lagi. Berikut beberapa cara yang bisa kamu coba.

Jadikan KBBI dan PUEBI Acuan Utama

Setiap kali ragu soal ejaan atau aturan penulisan, biasakan cek langsung ke KBBI atau PUEBI resmi, bukan cuma menebak-nebak. Kedua sumber ini gratis dan mudah diakses secara daring, jadi nggak ada alasan buat malas mengeceknya. Semakin sering kamu cek, semakin lama-lama kamu hafal sendiri aturan yang benar tanpa perlu buka kamus terus-menerus. Kebiasaan ini bakal sangat membantu, apalagi kalau kamu sering menulis buat keperluan formal.

Biasakan Membaca dari Sumber Terpercaya

Membaca tulisan dari media atau penulis yang kredibel bisa membantumu terbiasa dengan ejaan dan struktur kalimat yang benar secara nggak langsung. Semakin sering kamu terpapar tulisan yang rapi, semakin mudah juga kamu mengenali pola penulisan yang benar saat menulis sendiri. Coba perhatikan juga bagaimana penulis profesional menyusun kalimat dan memakai tanda baca. Kebiasaan membaca ini efeknya memang nggak instan, tapi jauh lebih efektif dalam jangka panjang.

Latihan Menulis Secara Rutin

Semakin sering kamu menulis, semakin sedikit juga kesalahan yang biasanya kamu lakukan, karena kamu jadi lebih terbiasa dengan pola yang benar. Coba mulai dari hal sederhana, seperti menulis jurnal harian, caption media sosial yang lebih rapi, atau blog pribadi. Minta orang lain buat mengoreksi tulisanmu sesekali, supaya kamu tahu kesalahan mana yang masih sering berulang. Konsistensi latihan ini jauh lebih penting dibanding sekadar menghafal aturan tanpa praktik.

Ikut Kursus Bahasa Kalau Perlu

Kalau kamu ngerasa butuh bimbingan lebih terstruktur, mengikuti kursus bahasa bisa jadi solusi buat mempercepat perbaikan kemampuan menulismu. Selain belajar aturan dasar, kamu juga bisa dapat feedback langsung dari pengajar soal tulisanmu. Ini juga bisa jadi modal penting kalau kamu sedang mempersiapkan diri buat tes bahasa Inggris seperti IELTS atau TOEFL, karena kemampuan menulis terstruktur itu berlaku untuk bahasa apa pun. Ultimate Education sendiri menyediakan berbagai program bahasa yang bisa membantumu, baik buat Bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

💡 Tips Cepat Biar Tulisanmu Makin Rapi

  • Baca Ulang Sebelum Kirim: Luangkan 1-2 menit buat cek ulang ejaan, tanda baca, dan kapitalisasi.
  • Gunakan KBBI/PUEBI Daring: Cek ejaan kata yang meragukan langsung ke sumber resmi.
  • Hindari Auto-Capitalize Buta: Fitur ponsel kadang mengapitalkan kata yang seharusnya huruf kecil.
  • Tulis Lengkap di Konteks Formal: Simpan singkatan chat buat percakapan santai saja.
  • Minta Orang Lain Mengoreksi: Perspektif kedua sering menangkap kesalahan yang kamu lewatkan sendiri.

📊 Fakta Penting: Kebiasaan Ini Juga Berguna untuk Tes Bahasa Inggris

Kalau kamu sedang bersiap menghadapi tes seperti IELTS atau TOEFL, kebiasaan menulis yang rapi dalam Bahasa Indonesia sebenarnya bisa jadi modal awal yang berguna. Struktur kalimat yang jelas, penggunaan tanda baca yang tepat, dan konsistensi ejaan adalah prinsip yang berlaku di bahasa apa pun, termasuk bahasa Inggris. Jadi, membiasakan diri menulis dengan rapi dalam Bahasa Indonesia juga bisa membantumu lebih disiplin saat menulis esai berbahasa Inggris.

Kesimpulan

Menulis Bahasa Indonesia dengan benar sebenarnya nggak sesulit yang dibayangkan, asal kamu paham aturan dasarnya dan membiasakan diri mengeceknya secara rutin. Ketujuh kesalahan yang kita bahas di atas, mulai dari “di” dan “ke” yang tertukar sampai singkatan informal, adalah kesalahan yang paling sering terjadi tapi sebenarnya mudah diperbaiki. Dengan sedikit usaha ekstra, seperti mengecek KBBI/PUEBI dan membaca ulang tulisanmu sebelum dipublikasikan, kualitas tulisanmu bisa meningkat drastis. Kebiasaan menulis yang rapi ini juga bakal jadi modal berharga, baik buat keperluan akademik, profesional, maupun persiapan tes bahasa.

Ingat, menulis yang baik itu proses, bukan bakat instan. Semakin sering kamu latihan dan semakin terbuka kamu menerima koreksi, semakin cepat juga kemampuan menulismu berkembang. Jangan takut salah, karena setiap kesalahan yang kamu sadari adalah kesempatan buat belajar lebih baik lagi. Yuk, mulai biasakan menulis dengan lebih teliti dari sekarang!

Ingin Tingkatkan Kemampuan Bahasamu Lebih Jauh? Ultimate Education Siap Membantu!

Menulis Bahasa Indonesia dengan benar memang butuh latihan dan kebiasaan, tapi kalau kamu sedang mempersiapkan diri buat tes bahasa Inggris yang juga menguji kemampuan menulis, Ultimate Education siap membantu prosesnya. Kami menyediakan bimbingan terstruktur untuk berbagai tes internasional, lengkap dengan feedback detail soal tata bahasa, struktur kalimat, dan kejelasan tulisan. Materi belajar disesuaikan dengan target dan levelmu saat ini, jadi kamu nggak perlu bingung sendirian menentukan strategi belajar yang tepat. Semakin jelas targetmu, semakin mudah juga kami membantu menyusun rencana belajar yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Berikut beberapa program yang bisa membantumu meningkatkan kemampuan bahasa, baik untuk keperluan akademik maupun karier:

  • IELTS
  • TOEFL iBT & ITP
  • TOEIC
  • Persiapan Tes BIPA
  • Persiapan Tes HSK (Level 1-9)
  • SAT
  • GMAT
  • GRE
  • ACT
  • GED

Dengan pengajar berpengalaman dan metode belajar interaktif, kami sudah membantu banyak peserta meningkatkan kemampuan bahasa mereka secara signifikan, termasuk kemampuan menulis yang lebih terstruktur. Kami juga menawarkan bimbingan tambahan sesuai kebutuhan spesifikmu, entah itu buat keperluan akademik, karier, maupun pengembangan diri. Semua program dikemas fleksibel supaya bisa menyesuaikan jadwal dan kesibukanmu sehari-hari. 📌 Jadi, tunggu apa lagi?

Wujudkan kemampuan bahasa terbaikmu bersama Ultimate Education, tempat kursus terpercaya untuk persiapan berbagai tes internasional. Dengan pendekatan yang komprehensif, kami membantu kamu memahami materi, menyusun strategi belajar, dan membangun kepercayaan diri dalam berbahasa, baik lisan maupun tulisan. Ingin tahu lebih lanjut tentang program kami? Hubungi tim kami hari ini atau kunjungi situs resmi Ultimate Education di www.ultimateducation.co.id. 🌏✨

Frequently Asked Questions (FAQ)

Q: Apakah boleh menyingkat kata di tulisan resmi?

A: Sebaiknya tidak. Singkatan informal seperti “yg” atau “krn” hanya cocok dipakai di percakapan santai, sementara tulisan resmi tetap perlu ditulis lengkap supaya lebih mudah dibaca dan terkesan profesional.

Q: Kenapa aturan penulisan di media sosial sering berbeda dengan tulisan formal?

A: Media sosial cenderung santai dan cepat, jadi banyak orang menyingkat kata atau mengabaikan tanda baca. Tapi untuk tulisan akademik dan profesional, aturan baku tetap perlu dipakai supaya pesan tersampaikan dengan jelas.

Q: Apakah tanda koma selalu wajib sebelum kata “dan”?

A: Untuk daftar yang berisi tiga item atau lebih, tanda koma tetap disarankan sebelum kata “dan” atau “atau” di akhir, seperti pada “makan, minum, dan tidur”. Aturan ini membantu kalimat lebih jelas dan nggak ambigu, apalagi kalau daftarnya cukup panjang.

Q: Bagaimana cara cepat mengecek tulisan sudah benar?

A: Gunakan aplikasi pengecekan ejaan atau cek langsung di KBBI resmi untuk memastikan ejaan kata yang meragukan. Membaca ulang tulisanmu dengan suara keras juga membantu menemukan kesalahan yang mungkin terlewat.

Q: Apa beda KBBI dan PUEBI?

A: KBBI adalah kamus resmi yang memuat arti dan ejaan kata-kata Bahasa Indonesia, sementara PUEBI adalah pedoman yang mengatur aturan penulisan, seperti penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan kata depan. Keduanya saling melengkapi sebagai acuan menulis yang benar.

Q: Kenapa “resiko” sering dianggap salah, padahal banyak yang memakainya?

A: Meski “resiko” umum dipakai sehari-hari, ejaan yang baku menurut KBBI adalah “risiko”. Penggunaan kata yang salah secara luas nggak otomatis membuatnya jadi ejaan resmi, jadi tetap penting cek ke KBBI kalau ragu.

Respon
< 5 menit ⚡
#1 EDUCATION CONSULTANT

Sudah Paham Kesalahan Penulisannya, Sekarang Siap Kembangkan Kemampuan Bahasamu?

Chat langsung dengan admin kami buat konsultasi program bahasa atau tes internasional yang cocok buat kebutuhanmu — gratis, tanpa ribet, dan biasanya dibalas dalam hitungan menit.

4.9/5 · Dipercaya Ribuan Siswa
98% Acceptance Rate
Chat Admin Sekarang

Daftar isi Artikel

Ultimate Education
Ultimate Education Online Sekarang

Halo! 👋 Mau tanya soal target skor IELTS, SAT, GRE, atau GMAT kamu? Atau bingung pilih jurusan & kampus? Yuk konsultasi dulu, gratis.

Biasanya dibalas dalam 5 menit
Chat Sekarang via WhatsApp

Daftar Artikel Lainnya

Konsultasi Gratis Dibalas dalam 5 menit