Belajar bahasa Inggris dari lagu bukan cuma soal memahami arti lirik. Lagu juga dapat memperkenalkan vocabulary, informal expressions, phrasal verbs, dan idiom yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Menurut British Council, musik dapat membantu learner mengingat kata dan frasa baru sekaligus melatih listening, speaking, vocabulary, serta pronunciation. Jadi, mendengarkan lagu bisa menjadi aktivitas belajar yang efektif jika dilakukan secara aktif dan bukan sekadar menikmati musik.
Idiom sendiri merupakan ungkapan yang maknanya tidak selalu bisa diterjemahkan kata demi kata. Contohnya, under the weather tidak berarti seseorang benar-benar berada “di bawah cuaca”, melainkan sedang merasa kurang sehat. Memahami ungkapan seperti ini dapat membuatmu lebih mudah mengikuti conversation, film, podcast, dan lagu berbahasa Inggris. Berikut enam idiom dan expressions yang bisa kamu gunakan sebagai titik awal latihan.
Kenapa Belajar Idiom dari Lagu?
Lagu memberikan konteks yang membantu kamu memahami bagaimana sebuah expression digunakan. Melodi dan pengulangan juga dapat membuat kata atau frasa lebih mudah diingat. Namun, jangan langsung menganggap semua ungkapan dalam lirik sebagai idiom yang umum dipakai sehari-hari. Setelah menemukan expression baru, cek artinya di kamus lalu coba gunakan dalam kalimatmu sendiri.
1. Under the Weather — Sedang Kurang Sehat
Under the weather merupakan idiom informal yang berarti merasa kurang sehat atau tidak dalam kondisi terbaik. Biasanya ungkapan ini digunakan untuk kondisi ringan seperti flu, kelelahan, atau merasa tidak enak badan, bukan untuk menggambarkan penyakit serius. Cambridge Dictionary mengartikan frasa ini sebagai kondisi ketika seseorang tidak merasa sepenuhnya sehat. Ungkapan seperti ini juga menunjukkan mengapa idiom tidak bisa selalu diterjemahkan secara literal.
Contoh: I’m feeling a little under the weather today, so I’ll stay home.
2. Burn Bridges — Menutup Jalan untuk Kembali
Burn bridges berarti melakukan sesuatu yang membuatmu sulit atau tidak mungkin kembali ke situasi atau hubungan sebelumnya. Idiom ini sering digunakan dalam konteks pekerjaan, hubungan profesional, persahabatan, dan keputusan besar dalam hidup. Bayangkan kamu sudah menyeberangi sebuah jembatan lalu membakarnya sehingga tidak ada jalan kembali. Cambridge mendefinisikannya sebagai menghancurkan kemungkinan untuk kembali ke situasi sebelumnya.
Contoh: Try not to burn bridges when you leave your current job.
3. Head Over Heels — Jatuh Cinta Sepenuhnya
Head over heels in love berarti benar-benar atau sepenuhnya jatuh cinta kepada seseorang. Ungkapan ini sering muncul dalam musik, film, dan conversation karena mampu menggambarkan perasaan cinta yang sangat kuat dengan cara yang lebih ekspresif. Cambridge mendefinisikan head over heels in love sebagai “completely in love”. Karena konteksnya cukup spesifik, idiom ini paling natural digunakan ketika membicarakan romantic feelings.
Contoh: He fell head over heels in love with her.
4. Cry Me a River — Sindiran untuk Orang yang Mengeluh
Bagian ini perlu dikoreksi dari artikel sebelumnya. Cry me a river dalam penggunaan modern biasanya merupakan respons sarkastik kepada seseorang yang terus mengeluh ketika pembicara merasa keluhan tersebut tidak pantas mendapatkan banyak simpati. Jadi, frasa ini bukan sekadar berarti “menangis sangat banyak”. Karena nadanya dismissive dan bisa terdengar kasar, jangan gunakan expression ini dalam situasi formal atau ketika seseorang benar-benar sedang mengalami masalah serius.
Contoh: You had to wait five minutes? Cry me a river.
5. Blow Your Mind — Membuat Sangat Kagum
Jika sesuatu blows your mind, sesuatu tersebut membuatmu sangat terkesan, kagum, atau terkejut karena terasa luar biasa. Expression ini bersifat informal dan sangat umum digunakan ketika membicarakan film, konser, teknologi, makanan, atau pengalaman baru. Cambridge menjelaskannya sebagai keadaan ketika seseorang menemukan sesuatu sangat exciting dan unusual. Bentuk adjective yang juga sering ditemui adalah mind-blowing.
Contoh: The final scene of that movie completely blew my mind.
6. Shake It Off — Melepaskan Hal Negatif
Shake something off berarti melepaskan atau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu, membatasi, atau tidak menyenangkan. Cambridge juga menggunakan expression tersebut untuk menghilangkan illness atau membebaskan diri dari sesuatu yang membatasi. Dalam konteks emosional, kamu dapat menggunakannya ketika ingin berhenti memikirkan criticism, nervousness, atau pengalaman buruk. Ini menjadi contoh bagus bagaimana phrasal verb dapat memiliki makna figuratif yang jauh dari arti literal setiap katanya.
Contoh: She was disappointed at first, but she quickly shook it off.
Cara Belajar Idiom dari Lagu dengan Benar
Jangan langsung menghafalkan seluruh lirik lagu. British Council menyarankan memilih lagu yang disukai, mendengarkannya terlebih dahulu, kemudian membaca lyrics sambil mencatat kata atau expression yang belum dipahami. Kamu juga dapat memperhatikan pronunciation dan mencoba mengikuti cara frasa tersebut diucapkan. Setelah itu, kembali gunakan expression baru dalam kalimat yang berbeda supaya kamu memahami penggunaannya dan bukan hanya mengingat posisi kata dalam lagu.
Cara sederhana lainnya adalah membuat idiom notebook dengan empat kolom: expression, meaning, context, dan contoh buatanmu sendiri. Jangan menargetkan puluhan idiom dalam sehari karena kemampuan menggunakan expression dengan tepat lebih penting daripada sekadar mengetahui artinya. Perhatikan juga register karena sebagian idiom informal, sarcastic, atau tidak cocok digunakan dalam academic writing. Semakin sering kamu melihat sebuah expression dalam konteks berbeda, semakin natural penggunaannya.
🎧 Formula Belajar dari Lagu
Listen → Read the lyrics → Tandai expression baru → Cek arti di kamus → Perhatikan pronunciation → Buat contoh sendiri → Gunakan lagi dalam conversation. Dengan cara ini, kamu tidak hanya menghafalkan potongan lagu tetapi benar-benar memahami bagaimana sebuah expression bekerja dalam bahasa Inggris.
Belajar Bahasa Inggris Tidak Harus Kaku
Lagu dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperluas vocabulary dan memahami English expressions secara lebih natural. Namun, listening to music saja belum cukup jika targetmu adalah meningkatkan kemampuan speaking, writing, atau komunikasi untuk sekolah dan pekerjaan. Kamu tetap membutuhkan latihan aktif, feedback, serta kesempatan menggunakan bahasa Inggris secara konsisten. Kombinasikan aktivitas yang menyenangkan seperti musik dengan pembelajaran yang terstruktur agar progresnya lebih mudah diukur.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Q: Apakah belajar bahasa Inggris dari lagu efektif?
A: Lagu dapat membantu melatih listening, pronunciation, vocabulary, dan kemampuan mengenali expressions. Melodi dan pengulangan juga dapat membantu kata baru lebih mudah diingat. Namun, belajar tetap perlu dilakukan secara aktif dengan mengecek arti dan menggunakan vocabulary tersebut sendiri. Lagu sebaiknya menjadi salah satu metode belajar, bukan satu-satunya.
Q: Apa bedanya idiom dan phrasal verb?
A: Idiom merupakan expression yang maknanya tidak selalu dapat dipahami dari setiap kata penyusunnya. Phrasal verb merupakan kombinasi verb dengan particle seperti up, off, atau out yang menghasilkan makna tertentu. Beberapa phrasal verbs memiliki makna figuratif sehingga terasa mirip dengan idiom. Karena itu, expression seperti shake off dapat dipelajari bersama idiom meskipun secara tata bahasa termasuk phrasal verb.
Q: Apakah idiom cocok digunakan dalam IELTS Writing?
A: Tidak semua idiom cocok digunakan dalam academic writing. Expression informal atau conversational sebaiknya tidak dipaksakan ke IELTS Writing hanya untuk terlihat memiliki vocabulary tinggi. Dalam Speaking, beberapa idiomatic expressions dapat terdengar natural jika digunakan dengan tepat. Fokuslah pada accuracy dan appropriacy, bukan jumlah idiom yang digunakan.
Kesimpulan
Belajar idiom melalui lagu dapat membuat proses meningkatkan bahasa Inggris terasa lebih menarik dan kontekstual. Under the weather, burn bridges, head over heels, cry me a river, blow your mind, dan shake it off menunjukkan bahwa arti sebuah expression sering kali berbeda dari terjemahan literal setiap katanya. Namun, penting untuk selalu mengecek arti dan konteks sebelum mencoba menggunakannya. Dengan kombinasi musik, dictionary, latihan speaking, dan penggunaan berulang, idiom akan lebih mudah berubah dari vocabulary pasif menjadi bahasa yang benar-benar bisa kamu gunakan.