Cara Mudah Meminta dan Memberikan Saran dalam Bahasa Inggris

Rizqi Sulistianto
20 min
Cara Mudah Meminta dan Memberikan Saran dalam Bahasa Inggris

Pernah ada di situasi ketika temanmu cerita tentang masalahnya dalam bahasa Inggris, tetapi kamu bingung harus merespons apa? Atau mungkin kamu justru ingin meminta pendapat seseorang, tetapi kalimat yang keluar selalu “What should I do?” karena tidak tahu ekspresi lainnya. Situasi seperti ini sangat umum terjadi ketika kemampuan grammar sebenarnya sudah cukup, tetapi bank expression untuk percakapan sehari-hari masih terbatas. Karena itu, memahami cara mudah meminta dan memberikan saran dalam bahasa Inggris akan membantu percakapanmu terdengar lebih natural dan tidak terasa seperti membaca contoh dari buku grammar.

Dalam bahasa Inggris, meminta dan memberikan saran tidak hanya menggunakan kata should. Kamu bisa menggunakan berbagai bentuk seperti “What do you think I should do?”, “What would you do if you were me?”, “You could try…”, “Why don’t you…?”, hingga “If I were you, I would…”. Pilihan expression tersebut juga bisa memberikan nuansa berbeda, mulai dari santai, sopan, sampai lebih hati-hati ketika membicarakan masalah pribadi. British Council bahkan menggunakan beberapa pola tersebut dalam materi Speaking level B2 untuk situasi giving advice.

Kalau kamu masih membangun kemampuan dari dasar, sebaiknya jangan langsung mencoba menghafalkan puluhan ekspresi sekaligus. Pelajari beberapa pola yang paling sering digunakan, lalu praktikkan melalui situasi nyata seperti masalah sekolah, pekerjaan, hubungan pertemanan, atau rencana liburan. Kamu juga bisa melengkapi fondasimu melalui panduan belajar bahasa Inggris dari nol untuk pemula supaya grammar, vocabulary, Speaking, dan Listening berkembang secara lebih seimbang.

Semakin sering expression digunakan dalam percakapan, semakin mudah kamu mengingatnya tanpa harus menerjemahkan dari bahasa Indonesia terlebih dahulu. Tujuannya bukan memiliki sebanyak mungkin kalimat hafalan, tetapi mampu memilih ungkapan yang sesuai dengan situasi. Setelah pola dasarnya terasa familiar, kamu bisa mulai memvariasikan tone dan tingkat kesopanannya. Di situlah bahasa Inggris mulai terasa sebagai alat komunikasi, bukan sekadar mata pelajaran.

QUICK ANSWER

Bagaimana Cara Meminta dan Memberikan Saran dalam Bahasa Inggris?

Kamu bisa menggunakan beberapa expression berbeda tergantung situasi dan tingkat kesopanannya.

  • Meminta saran: “What do you think I should do?” atau “What would you do if you were me?”
  • Memberikan saran langsung: “You should talk to your teacher.”
  • Memberikan pilihan: “You could try applying somewhere else.”
  • Saran santai: “Why don’t you take a break?”
  • Saran lebih personal: “If I were you, I’d wait a few days.”
  • Mengusulkan aktivitas: “How about talking to your manager first?”

Apa Itu Asking for Advice dan Giving Advice?

Asking for advice berarti meminta pendapat atau saran dari orang lain mengenai hal yang sebaiknya kamu lakukan. Situasinya bisa sangat sederhana seperti memilih makanan, atau cukup serius seperti mengambil keputusan karier. Ketika meminta saran, kamu sebenarnya sedang mengundang orang lain untuk memberikan perspektif terhadap masalahmu. Karena itu, expression yang digunakan biasanya berbentuk pertanyaan atau permintaan pendapat.

Giving advice berarti memberikan rekomendasi mengenai tindakan yang menurutmu bisa membantu orang lain. Saran tersebut tidak selalu berarti perintah karena keputusan akhirnya tetap berada pada orang yang menerima advice. Pemilihan kata menjadi penting supaya nasihatmu tidak terdengar terlalu menggurui atau memaksa. Perbedaan kecil antara “You must do this” dan “You could try this” bisa memberikan kesan yang sangat berbeda.

Dalam percakapan nyata, kemampuan menangkap nuansa seperti ini cukup penting. Speaking bukan hanya tentang membentuk kalimat yang secara grammar benar, tetapi juga menggunakan expression yang sesuai dengan konteks sosial. Hal yang sama berlaku ketika berlatih IELTS Speaking karena fleksibilitas vocabulary dan kemampuan mengembangkan ide lebih penting daripada menghafalkan satu jawaban untuk semua situasi. Kamu bisa melihat contoh latihan lebih lanjut di artikel 10 topik IELTS Speaking untuk latihan.

Kalau tujuanmu adalah meningkatkan kemampuan percakapan sehari-hari, expression seperti advice dan suggestion termasuk materi yang sangat berguna. Frasa-frasa ini dapat muncul di sekolah, kampus, kantor, perjalanan, maupun obrolan dengan teman. Semakin banyak situasi yang kamu gunakan untuk berlatih, semakin fleksibel pula kemampuanmu. Jangan hanya membaca expression, tetapi coba langsung membuat respons sendiri.

Cara Meminta Saran dalam Bahasa Inggris

Salah satu bentuk paling sederhana adalah “What should I do?”. Kalimat ini pendek, mudah diingat, dan bisa digunakan di banyak situasi informal. Namun, kalau selalu memakai pola tersebut, percakapanmu bisa terasa repetitif. Karena itu, sebaiknya tambahkan beberapa expression alternatif.

Kamu bisa mengatakan “What do you think I should do?” ketika ingin meminta pendapat secara lebih personal. Bentuk lain seperti “What would you do if you were me?” sangat berguna ketika kamu ingin mengetahui bagaimana orang lain akan bertindak kalau berada di posisimu. Sementara itu, “Do you have any advice for me?” dapat digunakan ketika kamu ingin membuka percakapan dengan lebih langsung tetapi tetap sopan. Kamu juga bisa menggunakan “Could you give me some advice?” dalam situasi yang membutuhkan permintaan lebih eksplisit.

Kalau ingin terdengar lebih santai, kamu bisa menggunakan “Any suggestions?” setelah menjelaskan masalah. Bentuk tersebut sangat umum digunakan ketika konteks masalahnya sudah jelas. Kamu tidak perlu selalu menggunakan kalimat panjang selama lawan bicara memahami situasinya. Hal terpenting adalah tone dan konteks percakapannya.

Latihan expression seperti ini lebih mudah kalau dikombinasikan dengan Listening. Kamu akan mulai mendengar bagaimana penutur menggunakan intonasi berbeda untuk pertanyaan yang sama. Salah satu cara memperbanyak exposure adalah melalui podcast, dan kamu bisa melihat beberapa pilihan dalam artikel 5 podcast Spotify untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan IELTS.

Cara Memberikan Saran dengan Should

Should merupakan salah satu modal verb yang paling umum digunakan untuk memberikan advice atau suggestion. Cambridge Grammar mencantumkan should sebagai modal yang dapat digunakan dalam konteks advice dan suggestion. Struktur dasarnya sederhana, yaitu subject + should + base verb, misalnya “You should talk to your supervisor.”

Kamu tidak perlu menambahkan “to” setelah should. Jadi, bentuk “You should to talk to him” tidak tepat dan sebaiknya menjadi “You should talk to him”. Bentuk negatifnya adalah “shouldn’t”, misalnya “You shouldn’t make a decision when you’re angry”. Pola ini cukup mudah digunakan bahkan oleh pemula.

Should biasanya terdengar cukup jelas dan langsung. Karena itu, expression ini cocok ketika kamu memang merasa tindakan tertentu adalah pilihan yang baik. Namun, kalau masalahnya sensitif atau kamu tidak ingin terdengar terlalu mengatur, kamu bisa memilih expression yang lebih lembut. Salah satunya adalah could.

FAKTA PENTING

Advice adalah noun yang tidak dapat dihitung, sedangkan advise adalah verb. Jadi, bentuk yang benar adalah “some advice” atau “a piece of advice”, bukan “an advice” atau “advices”. Sementara itu, “I advise you to…” menggunakan advise karena kata tersebut berfungsi sebagai kata kerja.

Cambridge Grammar menjelaskan bahwa advice merupakan uncountable noun. Karena itu, kamu bisa mengatakan “Can you give me some advice?” atau “She gave me a useful piece of advice”. Kalau ingin menggunakan bentuk verb, gunakan advise seperti pada kalimat “She advised me to wait”. Perbedaan kecil ini sering menjadi sumber kesalahan bagi pembelajar bahasa Inggris.

Memberikan Saran dengan Could

Could cocok digunakan ketika kamu ingin memberikan sebuah pilihan tanpa terdengar terlalu memaksa. Misalnya, temanmu bilang dia bosan di rumah, lalu kamu menjawab “You could go for a walk”. Kalimat tersebut tidak mengatakan bahwa dia harus berjalan-jalan, tetapi hanya menawarkan satu kemungkinan tindakan. Nuansanya terasa lebih ringan daripada penggunaan should.

Cambridge juga mencatat bahwa could sering digunakan untuk membuat suggestion. Contohnya adalah pola seperti “You could try…” atau pertanyaan seperti “Could you get an earlier train?”. Setelah could, gunakan base verb tanpa “to”. Jadi, bentuk yang tepat adalah “You could apply again”, bukan “You could to apply again”.

Pola ini sangat berguna kalau kamu ingin menawarkan beberapa alternatif. Kamu bisa mengatakan “You could call them today, or you could wait until tomorrow”. Lawan bicara kemudian memiliki ruang untuk memilih opsi yang menurutnya paling cocok. Cara seperti ini sering terasa lebih natural dalam percakapan antar teman.

Untuk melatih pola could, should, dan modal verbs lainnya, jangan hanya menghafalkan rumus. Buat situasi sendiri, lalu tuliskan dua atau tiga kemungkinan respons. Kalau ingin prosesnya lebih teratur, kamu bisa menggunakan strategi dalam artikel cara membuat jadwal belajar yang efektif.

Menggunakan If I Were You

“If I were you” adalah expression yang sangat berguna ketika kamu ingin memberikan saran berdasarkan perspektif pribadi. Contohnya adalah “If I were you, I’d talk to her first”. Kalimat ini berarti kamu membayangkan apa yang mungkin kamu lakukan kalau berada dalam situasi orang tersebut. Karena bentuknya personal, expression ini cocok untuk percakapan mengenai keputusan hidup, pekerjaan, pendidikan, dan hubungan.

British Council memasukkan pola “If I were you, I’d…” sebagai salah satu useful phrases dalam materi giving advice. Bentuk ini sering terdengar lebih lembut daripada memberi instruksi langsung seperti “You should do this”. Kamu memberikan perspektif, bukan seolah-olah menentukan keputusan orang lain. Itulah sebabnya expression ini banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Kamu juga bisa mengembangkan kalimat dengan alasan. Misalnya, “If I were you, I’d wait another week because the situation might change”. Menambahkan reason membuat saran terasa lebih masuk akal dan tidak terdengar seperti opini yang muncul begitu saja. Hal ini juga membuat kemampuan Speaking terasa lebih matang.

Teknik opinion + reason seperti ini juga sangat berguna ketika berlatih speaking untuk ujian. Kamu tidak hanya memberikan jawaban pendek, tetapi menjelaskan alasan di balik pilihan tersebut. Untuk latihan spontan, artikel 10 topik IELTS Speaking bisa digunakan sebagai bank situasi dan pertanyaan.

Menggunakan Why Don’t You dan Why Not

“Why don’t you…?” merupakan bentuk suggestion yang cukup natural dalam percakapan. Contohnya, “Why don’t you talk to your teacher?” atau “Why don’t you take a day off?”. Walaupun bentuknya terlihat seperti pertanyaan, fungsinya sebenarnya adalah memberikan saran. Cambridge Grammar menjelaskan bahwa why don’t digunakan untuk specific suggestion.

Sementara itu, “Why not…?” dapat digunakan untuk suggestion yang lebih ringkas. Contohnya adalah “Why not ask for help?” atau “Why not try again tomorrow?”. Setelah why not, kamu bisa langsung menggunakan base verb. Bentuk ini cocok ketika suasana percakapan cukup santai.

Kamu tetap perlu memperhatikan intonasi ketika menggunakan expression ini. Jika diucapkan dengan tone tertentu, “Why don’t you…?” bisa terdengar seperti kritik atau ketidaksabaran. Karena itu, Listening sangat membantu untuk memahami bagaimana expression yang sama dapat memiliki nuansa berbeda. Exposure dari dialog, podcast, atau video percakapan bisa membantu bagian ini.

Kalau kamu sedang mempersiapkan tes bahasa Inggris, Listening seperti ini juga memberikan keuntungan tambahan. Kemampuan memahami tone dan intention membantu saat menghadapi percakapan yang lebih natural. Kamu bisa menguji kemampuan awal melalui mock test IELTS dan TOEFL untuk melihat apakah Listening, Speaking, grammar, atau vocabulary masih menjadi bottleneck.

Menggunakan How About dan What About

How about dan what about sangat cocok digunakan untuk memberikan suggestion mengenai sebuah tindakan atau pilihan. Salah satu struktur yang umum adalah “How about + verb-ing”, misalnya “How about taking a short break?”. Kamu juga bisa mengatakan “What about asking someone else?”. Struktur seperti ini terdengar natural dalam situasi informal.

Perhatikan bahwa verb setelah how about atau what about dalam pola tersebut menggunakan bentuk -ing. Jadi, jangan mengatakan “How about to call him?”. Bentuk yang lebih tepat adalah “How about calling him?”. Kesalahan ini sederhana, tetapi cukup sering terjadi karena pembelajar menerjemahkan struktur langsung dari bahasa lain.

Expression tersebut juga bisa digunakan untuk noun. Misalnya, ketika memilih tempat makan, kamu bisa mengatakan “What about the new café near campus?”. Dalam konteks tersebut, kamu sedang menawarkan sebuah pilihan tanpa perlu membuat kalimat panjang. Polanya fleksibel dan mudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Supaya expression tidak hanya berhenti menjadi grammar knowledge, kamu perlu sering menggunakannya secara aktif. Listening, Speaking, Reading, dan Writing sebaiknya tetap dilatih bersama agar kemampuanmu tidak timpang. Gambaran mengenai fungsi masing-masing skill juga bisa kamu pelajari melalui artikel perbedaan TOEFL, IELTS, TOEIC, dan PTE.

USEFUL EXPRESSIONS

Expression untuk Meminta dan Memberikan Saran

Fungsi Expression Contoh Nuansa
Meminta saran What should I do? What should I do about this problem? Netral
Meminta perspektif What would you do if you were me? What would you do if you were me? Personal
Saran langsung You should… You should talk to your manager. Cukup tegas
Memberikan pilihan You could… You could apply again next month. Lebih lembut
Saran personal If I were you… If I were you, I’d wait. Empatik
Saran santai Why don’t you…? Why don’t you ask her directly? Informal
Mengusulkan aktivitas How about + -ing? How about taking a break? Santai & natural

Perbedaan Advice dan Suggestion

Advice dan suggestion memang memiliki arti yang mirip, tetapi penggunaannya tidak selalu identik. Advice biasanya berkaitan dengan rekomendasi mengenai apa yang sebaiknya dilakukan seseorang. Suggestion lebih luas dan bisa berupa ide, pilihan, atau kemungkinan tindakan. Dalam percakapan sehari-hari, keduanya memang sering tumpang tindih.

Kamu juga perlu memperhatikan collocation. Cambridge menjelaskan bahwa bentuk yang umum adalah “make a suggestion” atau “offer a suggestion”, bukan “do a suggestion”. Sementara itu, untuk advice kamu bisa menggunakan “give advice” atau “ask for advice”. Pemahaman collocation seperti ini membuat bahasa terdengar jauh lebih natural.

Kata suggest juga memiliki pola grammar yang perlu diperhatikan. Jika suggest langsung diikuti verb, Cambridge menjelaskan bahwa bentuk -ing dapat digunakan, misalnya “I suggest taking a break”. Bentuk “I suggest to take a break” bukan pola yang digunakan dalam struktur tersebut. Alternatif lainnya adalah “I suggest you take a break”.

Daripada menghafalkan aturan secara terpisah, simpan satu atau dua contoh untuk setiap struktur. Ketika nanti ingin berbicara, otak akan lebih mudah mengingat pola lengkap daripada aturan abstrak. Cara tersebut juga membantu mengurangi kebiasaan menerjemahkan dari bahasa Indonesia kata per kata. Semakin banyak input yang kamu dapatkan, semakin natural pola kalimat tersebut terasa.

Contoh Percakapan Meminta dan Memberikan Saran

Bayangkan seseorang berkata, “I’ve been feeling really tired lately, but I have so much work to finish.” Kamu bisa meminta detail dulu sebelum langsung memberikan nasihat, misalnya “Have you been getting enough sleep?”. Setelah memahami situasinya, kamu dapat mengatakan “Maybe you should take a short break tonight”. Kalau ingin terdengar lebih lembut, gunakan “You could try finishing the most important tasks first”.

Dalam situasi lain, temanmu berkata, “I don’t know whether I should accept this job offer.” Kamu bisa menjawab “If I were you, I’d compare the salary, workload, and career opportunities first”. Kalau dia masih ragu, kamu dapat menambahkan “Why don’t you make a list of the pros and cons?”. Saran menjadi lebih berguna ketika kamu memberikan alasan, bukan hanya satu kalimat perintah.

Kamu juga perlu belajar merespons advice. Kalau setuju, gunakan expression seperti “That sounds like a good idea”, “I think you’re right”, atau “I’ll give it a try”. Kalau tidak yakin, kamu bisa mengatakan “I’m not sure that would work for me” atau “I’ll think about it”. British Council juga mencontohkan respons seperti “I’m not sure that’s a good idea” dalam latihan giving advice.

Latihan dialog menjadi semakin penting kalau kamu akan menggunakan bahasa Inggris saat study abroad. Kamu akan sering meminta pendapat teman sekelas, bertanya kepada dosen, berdiskusi mengenai tugas, atau memberikan ide dalam kelompok. Kalau study abroad menjadi targetmu, kamu juga bisa membaca program pertukaran pelajar selain IISMA untuk melihat bagaimana kemampuan bahasa Inggris dipakai dalam lingkungan internasional.

GENERAL ENGLISH

Sudah Hafal Grammar tapi Masih Bingung Saat Harus Ngobrol?

Tingkatkan Speaking, Listening, vocabulary, pronunciation, grammar, Reading, dan Writing secara lebih terarah melalui General English Ultimate Education. Latih bahasa Inggris dalam konteks nyata supaya kamu lebih percaya diri saat sekolah, kuliah, bekerja, maupun berkomunikasi sehari-hari.

Lihat Program General English

Formal dan Informal, Apakah Expression-nya Berbeda?

Dalam percakapan dengan teman dekat, kamu bisa menggunakan bentuk yang cukup santai. “Why don’t you just ask him?”, “How about trying again?”, atau “You could always call her” dapat terasa sangat natural. Hubungan antara pembicara juga membantu menentukan apakah sebuah expression terdengar ramah atau terlalu direct. Karena itu, konteks tidak kalah penting dari grammar.

Di lingkungan profesional, kamu mungkin ingin membuat suggestion dengan sedikit lebih hati-hati. Bentuk seperti “Perhaps we could consider another option” atau “It might be worth discussing this with the team first” terdengar lebih diplomatis. Tujuannya bukan membuat bahasa menjadi terlalu formal, tetapi mengurangi kesan bahwa kamu sedang memberi perintah. Kemampuan seperti ini cukup penting ketika berkomunikasi dalam tim internasional.

Untuk kebutuhan kerja dan kehidupan sehari-hari di negara berbahasa Inggris, kamu juga akan menemukan banyak situasi yang membutuhkan kemampuan memberikan opini, meminta klarifikasi, dan meminta saran. IELTS General Training, misalnya, menggunakan konteks bahasa yang dekat dengan kehidupan sosial dan pekerjaan pada beberapa bagiannya. Kalau kamu ingin memahami konteks tersebut, baca juga panduan IELTS General Training.

Kemampuan ini bahkan relevan untuk orang yang berencana mengikuti Work and Holiday. Saat berada di luar negeri, kamu mungkin perlu meminta saran mengenai pekerjaan, tempat tinggal, transportasi, atau berbagai urusan praktis lainnya. Artikel persiapan IELTS untuk WHV Australia bisa memberikan gambaran tambahan mengenai penggunaan bahasa dalam konteks kehidupan nyata.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memberikan Saran

Kesalahan pertama adalah menggunakan should terlalu sering. Secara grammar sebenarnya tidak salah, tetapi percakapan menjadi kurang fleksibel kalau setiap saran selalu berbentuk “You should…”. Coba kombinasikan dengan could, why don’t you, how about, atau if I were you. Variasi ini membuat cara berbicaramu terasa lebih natural.

Kesalahan berikutnya adalah salah menggunakan advice dan advise. Ingat bahwa advice merupakan noun, sedangkan advise adalah verb. Jangan mengatakan “Can you give me an advice?” karena advice tidak digunakan sebagai countable noun seperti itu. Gunakan “some advice” atau “a piece of advice”.

Kesalahan lain adalah memakai infinitive setelah suggest. “I suggest to wait” sebaiknya diubah menjadi “I suggest waiting” atau “I suggest you wait”. Begitu juga dengan “How about to go home?”, yang sebaiknya menjadi “How about going home?”. Memahami pola ini akan membantu grammar terdengar lebih alami.

Terakhir, jangan membuat saran terlalu panjang sampai terdengar seperti ceramah. Dalam percakapan sehari-hari, respons singkat yang relevan sering jauh lebih efektif. Dengarkan masalahnya, beri satu atau dua opsi, lalu biarkan orang tersebut menentukan pilihan. Advice yang baik bukan hanya soal grammar, tetapi juga soal komunikasi.

Cara Melatih Asking dan Giving Advice

Cara termudah adalah menggunakan situasi sehari-hari sebagai latihan. Misalnya, tuliskan masalah seperti “I can’t sleep well”, kemudian buat tiga jawaban menggunakan should, could, dan if I were you. Setelah itu, bacakan semuanya dengan suara keras. Cara ini membuat grammar dan pronunciation dilatih sekaligus.

Kamu juga bisa melakukan role-play bersama teman. Satu orang membuat sebuah masalah, sementara yang lain harus meminta detail dan memberikan dua atau tiga alternatif saran. Ganti peran setelah beberapa menit supaya keduanya berlatih asking maupun giving advice. Jangan takut kalau awalnya masih membutuhkan waktu untuk berpikir.

Listening juga sangat membantu. Dengarkan dialog dari podcast, film, atau materi pembelajaran dan perhatikan expression ketika karakter sedang membantu orang lain membuat keputusan. Kamu dapat menggunakan daftar podcast untuk belajar bahasa Inggris dan IELTS sebagai salah satu sumber latihan.

Terakhir, evaluasi kemampuanmu secara berkala. Kalau vocabulary sudah cukup tetapi masih sulit berbicara spontan, berikan porsi lebih banyak pada Speaking. Kalau sering tidak memahami respons lawan bicara, Listening mungkin membutuhkan perhatian tambahan. Artikel tentang mock test IELTS dan TOEFL juga bisa membantu memahami konsep diagnostic practice dan evaluasi kemampuan bahasa.

Kenapa Expression Ini Penting untuk Speaking?

Percakapan tidak hanya berisi pertanyaan fakta seperti nama, tempat tinggal, atau pekerjaan. Dalam kehidupan nyata, orang sering meminta opini, menceritakan masalah, menawarkan solusi, atau mendiskusikan beberapa pilihan. Asking dan giving advice membantu kamu menangani jenis percakapan seperti ini dengan lebih fleksibel. Kemampuan tersebut juga membuat responsmu tidak berhenti pada kalimat pendek.

Dalam IELTS Speaking Part 3, kamu juga bisa menemukan situasi ketika harus membahas solusi atau kemungkinan terhadap suatu isu. Walaupun kamu tidak harus menggunakan expression advice tertentu, struktur seperti should, could, dan conditional dapat membantu menyampaikan pendapat dengan nuance berbeda. Kemampuan mengembangkan gagasan dan menggunakan vocabulary secara fleksibel menjadi bagian penting dari komunikasi yang efektif. Karena itu, expression sehari-hari seperti ini tetap berguna bahkan untuk konteks akademik.

Kalau kamu masih merasa Speaking sulit, jangan mencoba terdengar terlalu canggih. Gunakan structure yang kamu pahami, lalu tambah variasi sedikit demi sedikit. Bahasa sederhana yang tepat jauh lebih berguna daripada vocabulary rumit yang penggunaannya tidak sesuai. Setelah fondasi terbentuk, kemampuanmu dapat berkembang secara lebih natural.

Pendekatan yang sama berlaku ketika memilih tes bahasa. Setiap tes memiliki fokus dan format berbeda sehingga strategi belajarnya tidak harus sama. Kalau nantinya membutuhkan sertifikasi, kamu bisa membandingkan pilihan melalui artikel TOEFL vs IELTS vs TOEIC vs PTE sebelum menentukan tes yang sesuai dengan tujuanmu.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Q: Bagaimana cara meminta saran dalam bahasa Inggris?

A: Kamu bisa menggunakan “What should I do?”, “What do you think I should do?”, “Do you have any advice for me?”, atau “What would you do if you were me?”. Pilih expression berdasarkan situasi dan seberapa dekat hubunganmu dengan lawan bicara.

Q: Bagaimana cara memberikan saran dalam bahasa Inggris?

A: Beberapa expression yang bisa digunakan adalah “You should…”, “You could…”, “Why don’t you…?”, “How about…?”, dan “If I were you, I’d…”. Setiap expression memiliki tingkat ketegasan dan nuansa yang sedikit berbeda.

Q: Apa bedanya should dan could saat memberikan saran?

A: “Should” biasanya terdengar seperti rekomendasi yang lebih jelas, sedangkan “could” lebih sering menawarkan sebuah kemungkinan atau pilihan. Contohnya, “You should see a doctor” lebih tegas dibanding “You could try getting more rest”.

Q: Mana yang benar, advice atau advise?

A: “Advice” adalah noun, sedangkan “advise” adalah verb. Contohnya, “Can you give me some advice?” menggunakan noun, sementara “I advise you to wait” menggunakan verb.

Q: Apakah “How about to go” benar?

A: Dalam pola suggestion tersebut, gunakan “How about + verb-ing”. Jadi bentuk yang tepat adalah “How about going?” atau “How about going somewhere else?”.

Q: Bagaimana cara agar expression ini cepat terbiasa digunakan?

A: Jangan hanya menghafalkan daftar expression. Gunakan role-play, buat situasi sendiri, rekam Speaking, dengarkan percakapan autentik, lalu ulangi pola yang sama dalam berbagai konteks sampai penggunaannya terasa lebih spontan.

Kesimpulan

Cara mudah meminta dan memberikan saran dalam bahasa Inggris sebenarnya tidak membutuhkan grammar yang terlalu rumit. Kamu hanya perlu memahami beberapa pola utama seperti what should I do, you should, you could, why don’t you, how about, dan if I were you. Setelah pola tersebut dikuasai, kamu bisa mulai menyesuaikan expression dengan konteks dan hubungan dengan lawan bicara. Semakin sering digunakan, semakin natural pula pilihan kalimatmu.

Jangan terpaku pada satu expression seperti should. Saran dalam bahasa Inggris dapat disampaikan dengan tingkat ketegasan yang berbeda sehingga pilihan kata ikut menentukan bagaimana pesan diterima. Could memberikan pilihan, if I were you memberikan perspektif pribadi, sementara how about cocok untuk mengusulkan sebuah tindakan. Memahami perbedaan tersebut membuat kemampuan komunikasimu terasa jauh lebih fleksibel.

Kamu juga perlu mengingat beberapa grammar penting. Advice adalah noun yang tidak dapat dihitung, advise merupakan verb, suggest bisa diikuti verb-ing dalam salah satu pola penggunaannya, dan how about dapat diikuti verb-ing ketika digunakan untuk mengusulkan aktivitas. Detail kecil seperti ini bisa meningkatkan akurasi tanpa membuat percakapan terasa terlalu kaku.

Yang terpenting adalah menggunakannya dalam konteks nyata. Latih dengan teman, buat skenario, dengarkan podcast, rekam suaramu, dan gunakan expression yang berbeda untuk masalah yang sama. Kalau prosesnya dilakukan secara konsisten, kamu akan semakin jarang menerjemahkan kalimat di dalam kepala sebelum berbicara. Dari situlah kemampuan Speaking mulai berkembang menjadi lebih spontan.

GENERAL ENGLISH

Ingin Bahasa Inggris Tidak Cuma Benar, Tapi Juga Natural Saat Digunakan?

Tingkatkan kemampuan Speaking, Listening, pronunciation, vocabulary, grammar, Reading, dan Writing melalui latihan yang lebih komunikatif. General English Ultimate Education membantu kamu menggunakan bahasa Inggris dalam situasi nyata untuk sekolah, kuliah, pekerjaan, maupun komunikasi sehari-hari.

Konsultasi General English

Daftar isi Artikel

Ultimate Education
Ultimate Education Online Sekarang

Halo! 👋 Mau tanya soal target skor IELTS, SAT, GRE, atau GMAT kamu? Atau bingung pilih jurusan & kampus? Yuk konsultasi dulu, gratis.

Biasanya dibalas dalam 5 menit
Chat Sekarang via WhatsApp

Daftar Artikel Lainnya

Konsultasi Gratis Dibalas dalam 5 menit